About Me


Sebenarnya sudah sejak lama saya mempunyai blog kalau dihitung-hitung sudah puluhan blog yang saya buat, tapi tak pernah dikelola dengan baik. Tak pernah di-update dan akhirnya dibiarkan begitu saja. Hanya daftar, buat akun baru, nulis asal-asalan. Pas mau buka lagi, lupa password dan akhirnya harus buat blog baru lagi. Selalu begitu dan seterusnya.
Kali ini saya memantapkan hati untuk serius mengelola sebuah blog. Kali ini saya akan mencoba untuk serius menulis, mencatat banyak hal dari perspektif saya sendiri. Inget apa yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer, orang yang tidak menulis akan dilupakan oleh sejarah. Saya tak mau dilupakan sejarah, karena itu saya akan terus menulis.
Setidaknya ketika nanti waktunya tiba; saya pergi meninggalkan jejak atas sebuah perjalanan yang tak pernah ada ujungnya. Ya, tentu saja perjalanan ini tak akan pernah menemui ujung, meski raga ini sudah tak lagi bernyawa, perjalanan akan terus berlanjut. Menembus sebuah labirin ketidakpastian yang serba misterius.
Mengapa tak pernah ada ujung?
Ini mengibaratkan sebuah fiolosofi atas sebuah semangat untuk terus melangkah. Tak ada pernah kata selelsai. Kalimat itu seolah merefleksikan sebuah semangat untuk terus bekerja, meski raga semakin letih. Meski langkah ini menemui sebuah jalan buntu; menemui ketidakpastian dalam ketidakpastian, dalam keputusasaan.
Bahwa selalu ada harapan di balik semua aral yang terjadi. Bahwa selalu ada pelangi sehabis hujan. Ini merefleksikan diri untuk tak mau menyerah pada keadaan. Saya harus terus melangkah, apa pun yang terjadi.
Saya; seorang lelaki yang melankolis, yang hidup selalu dibayangi oleh masa lalu. Seringkali dibayangi ketidakpastian. Tapi toh pada akhirnya kekuatan hati mengantarkan diri ini pada sebuah keajaiban. Beberapa kali saya hampir terpuruk, tapi keyakinan hati menuntun saya menemukan episode-episode ajaib!
Karena itu, saya yakin; apa pun keadaan yang menimpa diri ini sekarang, apa pun keabsurbsian hati yang melanda, ketidakpastian, gamang…
Saya selalu meyakinkan hati untuk terus melangkah; sebab jalan ini tak pernah ada ujungnya.
Izinkan saya berkeluh kesah membagi banyak pengalaman, cerita sehari-hari. Bagi saya menulis berarti menumpahkan seluruh emosi jiwa. Meski tak menyelesaikan keadaan, toh hati pada akhirnya merasa cukup lega.
Dan cerita terus bergulir, berganti episode-episode lain dan kaki akan terus melangkah menuju jalan yang serba tak pasti.
Salam hangat,
Fery Ardian