Hatiku Masih Tertaut Padamu


"Aku memang tak dapat menunjukkan kepedulianku dari luar, namun aku melakukannya dari dalam.” Meski hanya sebait doa namun namamu selalu ada. Biarkan aku sakit sendiri, tapi jangan memaksaku berhenti karena cinta yang dipaksa berhenti  itu lebih menyakitkan dari hampa karena kehilangan itu sendiri.

Berulang kali aku mengatakan,“Aku yang salah. Aku yang sudah mengakhiri. Aku yang sudah membuatmu merasa ditinggalkan. Aku membuatmu merasa tak kubutuhkan. Aku membuatmu merasa kau tak punya kesempatan hidup bersamaku.” Maafkan aku. Tak seharusnya dulu aku menuntutmu memberiku cinta yang tak bercela. Aku berharap kau membuatku bahagia, padahal aku sendiri belum bisa mempersembahkan padamu seperti apa kebahagiaan yang sesungguhnya itu.  Aku menginginkanmu sepenuhnya untukku, memaksamu mengakui bahwa kita adalah satu zarah dalam tubuh yang berbeda. Padahal, tak semuanya hidupmu harus tentangku dan hanya untuk berpikir bagaimana perasaanku. Kini, kehilangan itu mengumpatku sebagai sebuah penyesalan yang terus membayangiku dengan  iming-iming harapan yang nyata-nyata palsu. Kini, aku kesulitan membebaskan diri dari belenggu yang kubebat sendiri.

“Aku ingin kau menerimaku di hidupmu. Aku ingin punya tempat di hidupmu. Lagi.”
Karena hidupmu adalah hidupku. Dan aku ingin kau hidup, dalam hidupku.

Akan selalu begitu. Selamanya akan selalu begitu. Semua ini belum berakhir. Kita telah gagal dalam prolog, namun kita tidak tahu sejauh mana kemampuan kita untuk menangani klimaks hingga selamat ke epilog. Jika kau memang tidak mau, baiklah, mungkin memang harus aku. Dengan jiwamu yang telah membaur jadi satu dengan jiwaku, itu sudah cukup memberiku kekuatan untuk bertahan sendiri. Aku memang tak yakin kau kembali, aku memang tak sepenuhnya percaya bahwa takdir akan membawa dirimu sebagai epilogku. Namun sejauh ini aku masih bermimpi. Cinta itu masih ada. Cinta yang tidak terdistraksi oleh keputusasaanku dan tak tereduksi oleh kenyataan yang makin lama makin mempersulit jalanku.


Kau tahu? Cinta ini masih lebih dari cukup untuk membuatku mampu bertahan mencintaimu sendiri.