Kau

Selaksa rindu membabat habis ruang hati tak menyisakan celah meski sesenti untuk bahagia.
Aku rindu
Meski jemari ingin menyentuh tetap saja atmosfir menarikmu keluar dari orbit sehingga aku tak mampu menggapai
Aku rindu
Padanan rasa seperti tak lagi ada, padahal aku berharap seluas semesta. Kamu dimana? Jangan pergi membawa rasa, tinggalkan disini agar aku tetap terjaga meski semua tak sama.

Semesta mengajariku bagaimana cara mencinta yang semestinya, melepasmu tetap dengan balutan pesan pesan ku agar tak berdalih.

Apa yang kita tanam itu yang kita petik bukan?
Namun mengapa kini saat semua sudah tumbuh kau tak berniat memetiknya? Kenapa hanya aku?

Tinggalkan aku bersama kesepakatan kita yang telah disahkan langit
Tinggalkan aku dengan cerita yang tak kunjung usai
Tinggalkan aku dengan tanya yang takbertepi
Kau ini tak punya hati?

Namun aku masih seperti ini, masih tak mampu mendustai janji meski kau tak berniat kembali.
Aku mencintaimu dalam jarak yang tak terhitung
Butiran ingatan tentangmu masih hinggap merayap dan tak pernah ku usir pergi
Aku mencintaimu dalam denyut nadi yang berdegup lembut
Tetesan air mata mengintaiku tanpa pernah memaklumi, mata ini seperti tak terbiasa tanpa raut wajahmu
Aku mencintaimu dalam alunan doa
Sesuci kristal yang selalu kusimpan diketinggian tahta

Komohon izinkan aku menyayat rindu dengan sebuah pertemuan meski itu  menyakitkan
Seutas kain kenangan masih mengikat ku denganmu
Tak ada yang perlu kutakuti
Kau pasti kembali
Meski membawa pujaan hati

Ditulis oleh Salmah Maftuhah