Selamat Ulang Tahun, K(a)mu



Selamat ulang tahun, gadis pemilik tanggal satu di bulan lima. Teman yang sebenarnya kuanggap lebih dari teman.

Di tengah batuk dan pilek yang menyiksaku, lelaki bodoh ini tak akan mengungkapkan banyak hal. Walaupun sebisa mungkin berusaha tidak menuliskan banyak hal tentangmu, tapi kuyakin tulisan bodoh ini akan terdiri dari beberapa frase kata yang sama bodohnya.

Hei, Apa kabar kamu ? Aku sudah lama tidak mengikuti beritamu, tak lagi sibuk mencarimu, ataupun diam-diam mencuri kabarmu dari akun sosial media dan beberapa temanmu. Beberapa lama ini, aku sengaja tak memusingkan semua tentangmu, berusaha tak lagi candu akan kehadiranmu, dan tidak ingin tahu dengan siapa kamu menghabiskan sisa waktumu belakangan ini. Tapi ya, alarm misterius yang berbunyi beberapa menit yang lalu berhasil membuatku tersadar kalau hari ini adalah hari istimewamu. Walaupun aku masih bingung, kapan ku memasang alarm itu disana ya ? Tapi anyway tak apalah.

Selamat ulang tahun. Semoga tidak terlambat seperti ulang tahunmu kemarin, setidaknya kali ini hanya terpaut beberapa menit dari yang seharusnya. Itu pun jika kau sudi membaca semua ini, hmmm walau sebenarnya aku tak terlalu berharap kau bisa membacanya. Maaf tak ada kado yang bisa aku bungkus untukmu kali ini. Jangan marah ya! Hmmm sebenarnya ada sih, tapi tak terlalu istimewa. Kutakut kamu tak suka dan tak menerimanya. Jadi, kali ini aku hanya bisa memberimu sebuah doa saja ya. Hanya sebuah doa. Isinya? Hmmm tak jauh berbeda seperti doa-doa mereka di hari istimewamu.

Maaf tak bisa mengatakannya langsung kepadamu. Kamu sendiri kan tahu. Aku bukan lelaki yang pandai berbicara di hadapanmu. Karena saat bertemu denganmu, aku layaknya patung yang tidak bisa menggerakan seluruh organ tubuhku. Hmmm entah mengapa. Kamu selalu tampak mempesona sih di mataku.

Selamat Ulang Tahun. Sebelum hari ini berubah jadi kemarin, aku hanya ingin mengucapkan rasa syukurku karena bisa mengenalmu sejauh ini. Walaupun pada akhirnya kita tak saling berkenalan sejauh yang kuharapkan. Aku bodoh ya? Ah, kamu tentu tahu, lelaki bodoh tak pernah memikirkan kebodohannya.

Di umurmu yang semakin dewasa, aku tak meminta banyak hal. Karena mustahil bisa dekat denganmu lagi, meskipun hanya mimpi bisa menatap mata itu kembali. Aku hanya berharap suatu hari nanti kau bisa berdiri sendiri dengan kekuatanmu. Dan aku di sini hanya bisa menatapmu dari jauh. Tak ada yang lebih masuk akal saat ini, aku hanya bisa mendoakanmu dan berharap Allah memberimu kebahagiaan yang selama ini kamu impikan.

Ngomong-ngomong selamat ulang tahun sekali lagi, maaf jika tulisan ini isinya hanya tulisan bodoh yang mungkin tak ingin kamu baca. Aku cuma ingin kau paham, lelaki ini belum melupakan hari istimewamu.

Selamat ulang tahun, gadis pembawa tawa. Terima kasih telah singgah. Terima kasih pernah hadir. Terima kasih untuk banyak hal yang tidak cukup hanya sekedar dihargai dengan kata terima kasih.


Selamat ulang tahun ke tujuh belas, gadis pemilik tanggal satu di bulan lima. Semoga kebahagiaan senantiasa menyertaimu. Aamiin.


Khamisah Ardani