Saat
seseorang tidak pernah menuntutmu melupakan masalalumu, bukan berarti kau bisa
seenaknya menghadirkan dia berkali-kali dalam hubungan kalian. Ada orang yang
memang tidak suka membahas, lebih dalam lagi, tidak suka jika kau masih
melibatkan semua yang sudah berlalu dalam hidupmu. Namun, dia memilih untuk tidak menanggapi apa
pun. Memilih untuk bungkam dan seolah tidak mau tahu bagaimana kau yang dulu.
Alasan sebenarnya: jika dia membahas masalalumu, kau akan membuatnya panjang,
tentu saja itu bukan pembicaraan yang menyenangkan.
Aku juga begitu, aku tidak pernah memaksamu
untuk melupakan dan meninggalkan apa saja yang kau suka. Hanya saja perihal
masalalu, kadang memang membuat kita menjadi dua orang yang suka berpura-pura.
Kau mungkin lupa, ada orang yang hanya berpura-pura tidak cemburu saat kau
masih saja membahas semua kisahmu yang dulu. Orang yang ingin kau mencintai dia
saja. Namun belajar memahami, bahwa ia ingin dicintai atas kesadaranmu sendiri.
Bukan karena kau diminta melakukan apa yang dia ingini. Itulah alasan mengapa
aku tidak memintamu melupakan masalalumu.
Kau harusnya belajar sedikit lebih peka. Saat
kau memulai hubungan baru. Kau harusnya memahami, ada hal-hal yang memang tidak
seharusnya dibawa-bawa lagi. Ada hal-hal yang seharusnya kau tinggalkan dan kau
biarkan mati. Saat aku memilih mencintaimu, sungguh aku ingin kamu juga
bersungguh-sungguh. Aku juga tidak sepenuhnya sempurna, aku juga punya
banyak cerita. Kita memang tidak harus menutup diri dari masalalu. Ada hal-hal
yang memang masih layak untuk kita ceritakan. Juga ada hal-hal yang seharusnya
tidak lagi diperjuangkan. Itu yang harusnya sama-sama kita pelajari.
Mari sama-sama belajar jatuh cinta tanpa
menjatuhkan lagi luka. Tidak perlu menghapus kenangan, hanya saja tidak lagi perlu
membawanya pulang. Tidak usah memutuskan ikatan baik, hanya saja jika semua itu
hanya akan menimbulkan hal-hal buruk, mengapa harus dipertahankan? Cinta selalu
menjadikanmu istimewa, bukan menjadikanmu bahan perbandingan, apalagi
menjadikan teman berlari penghapus luka saja. Saat kau lelah, kau akan
ditinggal lagi. Bukan begitu. Cinta selalu belajar saling memahami, bukan hanya
meminta dan menunggu dipahami. Bahagialah pernah ada di masalalumu, pada saat
itu saja. Jika kini kau denganku, mari kita saling menciptakan bahagia berdua
saja.
