Setelah Kepergianmu


Suatu hari aku akan merindukan tatap matamu, saat ternyata aku bukanlah orang yang kau tatap saat itu. Aku harus menerima diri bahwa kenyataan hanya ingin memeluk tubuhku sendiri. Aku harus memahami bahwa lihatmu bukan untukku lagi. Meski ada yang hilang dari pandang, namun tentangmu akan tetap terkenang.
“Ini sudah berakhir!” ucapmu sebelum semuanya seperti ini.
Namun ada yang kau lupa, bahwa apa yang kau sudahi tak pernah benar-benar selesai. Kau buat impianku terbengkalai. Jauh sebelum ini, kita adalah kumpulan mimpi-mimpi yang membentuk pelangi. Hingga pada satu kalimat kau katakan ini sudah selesai.
Bagaimana mungkin kau bisa menyelesaikan semua ini sendiri? Sedangkan kita membangun mimpi-mimpi berdua. Apakah ini pertanda yang mencintaimu selama ini hanya aku? Apakah dua orang yang saling mencintai pada awalnya memang akan berakhir atas ingin salah satu di antaranya?
Jika pada akhirnya jatuh cinta hanyalah menjatuhkan luka. Memang sebaiknya kau pikir berkali-kali sebelum menyakinkan aku adalah orang yang kau cari. Sebab, tak ada kembali setelah mati. Tak ada pulang setelah kau buang. Meski berpisah tak lantas benci, tapi kepergian selalu meninggalkan luka di hati.
Kasih dan sayangku masih tetap tertuju pada perempuan yang selama ini ku sebut dalam setiap doaku - kamu. Ya, masih tetap sama meskipun sudah tak ada ikatan yang menyatukan dua insan yang dahulu disebut kita.

"Setelah kepergianmu, mataku adalah hujan. 
Yang tak pernah reda, meski matahari dan bulan selalu ada." 
@feryardn