Goresan Tinta Hitam Di Langit Tak Berbintang



Malam dikala langit tak berbintang. Dan rembulan pun enggan untuk keluar dari peristirahatan. Kau kirimkan sebuah pesan singkat yang tak akan pernah hilang dari ingatan. Jelas dalam memori dan terbenam dalam hati. Sebuah pesan yang berisi rasa lelah seolah engkau pasrah menjalani pahit dan getirnya cobaan hidup. Ucapan maaf kau gulirkan tanpa henti, seolah membuatmu menjadi orang yang paling bersalah. Padahal jauh dari itu, kau adalah satu-satunya orang yang tanpa meminta maaf sudah aku buka kan gerbang maaf yang mungkin tak ternilai luasnya.

Aku tak perduli dengan semua janji yang kau ucapkan dikala kisah kita baru seumur jagung. Aku tak peduli jika engkau tak mampu menepati semua janji itu. Nyatanya, aku masih tetap menyayangi dan mencintaimu tanpa harus berfikir kritis terhadap keadaan itu. Yang aku fikirkan adalah bagaimana caranya agar aku tetap menjaga hati yang telah ku pertuankan. Merawatnya agar menjadi sebuah ladang yang jikalau ku petik buahnya tak serta merta habis.

Kasih, aku tak selangkah pun pergi dari diri yang telah ku kokohkan dalam sebuah janji cinta. Walau nyatanya suatu saat nanti aku akan terusir dengan waktu dan jarak. Dan mungkin oleh orang lain yang telah mengokohkan dirimu menjadi pendampingnya – kekasihmu.

Selagi aku masih berkesempatan untuk menyandingkan diriku menopang diri dan jiwa lembutmu, izinkan aku untuk memberikan sepucuk buah abadi yang tergores dalam ingatan – bahagia. Izinkan aku untuk menghapus noda kehancuran yang ku perbuat dalam goresan kisah kita. Aku hanya ingin meninggalkan banyak bekas manis di hatimu. Kenangan yang kelak mampu kau ingat sambil tersenyum. Bukan sebuah kenangan yang mampu mengundang tangis dan menusuk tajam hatimu – luka.

Untuk Dzat yang selalu ku syairkan dalam doa disepanjang sujudku – Illahi Rabbi. Izinkan aku untuk membahagiakan orang tua dan semua orang yang Engkau kirimkan dalam kisah hidup Hamba. Termasuk wanita manis yang selalu ku sebut disaat aku memanjatkan doaku – Kekasihku. Izinkan aku untuk membahagiakan mereka, sebelum mereka atau Hamba Engkau persilahkan untuk berpulang ke haribaan. Aamiin :’)

“Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang 
datang sebagai pelangi, dan memelukmu. 
Aku ingin orang itu selamanya aku. ”  

- @feryardn