Semua Karena Cinta


Maaf, jika aku terus saja menempatkanmu menjadi orang paling sibuk di kepalaku. Bahkan aku tak pernah merasa kau berhenti berjalan barang sejenak di ruang pikiranku.

Karena itu, aku menjadi manusia yang kadang berlebihan perihal menanyakan kabarmu, mengingatkan kau makan, melarangmu begadang, dan hal-hal lainnya. Iya, mungkin itu adalah hal basi yang membosankan bagi orang lain. Namun harus kau tahu, aku hanya ingin tetap waras dengan tidak memendam semua itu di kepalaku sendiri.

Maaf juga, aku yang mencari cara agar bisa mendengar suaramu sampai larut malam melalui telepon genggamku. Juga yang membuatmu harus membalas chat dan pesan singkatku sepanjang hari. Itu semua kulakukan agar aku tidak benar-benar menjadi gila. Karena kau terlalu sibuk di kepalaku. Menuliskan setiap detik namamu.

Ya, aku tahu, mungkin suatu hari kau akan bosan dengan semua tingkahku itu. Mungkin saja kau akan menemukan orang yang lebih asyik dari aku untuk diajak bicara. Atau mungkin, dia yang tidak sama sekali membuatmu merasa resah seperti sikap agresifku. Mungkin juga pada saat itu kau akan memintaku pergi, berhenti melakukan semua tingkah anehku, berhenti menjadi orang yang selalu mencerewetimu ini itu.

Jika itu adalah satu-satunya cara untuk membuatmu bahagia. Aku bisa saja berhenti menjadi waras dengan berhenti melakukan semua hal itu kepadamu. Aku bisa tidak lagi mengingatkanmu makan, tidak melarangmu begadang, berhenti mendengar suaramu, berhenti mencari cara untuk mengirim pesan singkat sepanjang hari kepadamu. Meski, aku tidak akan pernah mungkin berhenti berharap kau sadar, itu semua ku lakukan demi cinta, meski caraku tidak selalu membuatmu suka.